Rabu, 08 Agustus 2018

Will You Hold Me Tight ?

Pukul 06.45

Dengan terburu-buru aku menuruni anak tangga, secepat kilat aku mengambil roti yang di pegang oleh ibuku.

"Mah..Pa.., Fay peygi cekoyah duyu yah", ucapku sambil menggigit sepotong roti.
"Fay, kalo ngomong tuh jangan sambil makan", kata Papa.
"Aku terlambat Pah, liat deh sekarang jam segini. Udah yah Fay berangkat dulu", ucapku sambil mengecup tangan kedua orang tua ku.
"Dasar anak kita yah Pah, kerjaan nya telat mulu", ucap Mama sambil duduk dan mengambil sepotong roti.
"Iyah lah itu kan turunan dari kamu juga Mah", ucap Papa polos.
"Ehh enak aja, Papa tuh yang suka telat waktu SMA. Terus suka bolos juga", ucap Mama sambil menjulurkan lidah.
"Apaan sih, Mama juga tuh kalo di ajak Papa bolos malah mau".
"Iya sih, yaudah lah itu kan turunan dari kita berdua", ucap Mama sambil nyengir.

Tiba di sekolah, aku langsung menuju kelas. Kelas yang berada di ujung membuatku lelah. Jarak dari parkiran membuat pagi ini gerah. Sesampainya di kelas, aku melihat Dya teman ku sedang duduk melihat ke arah jendela.

"Oiii, lagi ngapain lu?", ucapku sambil menepuk pundak Dya.
"Ehh monyet!", ucap Dya yang kaget akan tepukan ku. "Lu yah bisanya cuman ngagetin gue aja njirr", sambung Dya.
"Biarin wlee...", ucapku duduk sambil menjulurkan lidahnya ke arah Dya.
"Cihh....", ucap Dya kesal. "Ehh iyah gue lupa mau kasih tau lo"
"Kasih tau apa?", ucapku penasaran.
"Sekarang tuh bakalan ada murid baru tau", ucap Dya sambil sumringah gak jelas.
"Ooohhhhh", ucapku ber-O ria.
"Tau gak sih? muridnya itu cowok, katanya sih cakep banget. Kalo gue ketemu dia, pasti gue gebet tuh anak", ucap Dya semangat.
"Yayayaya terserah elo deh gue mau tidur", ucapku sambil meletakkan kepala di lengan nya.
"Ihhh lo tuh yah nyebelin banget sih jadi orang, gue kan lagi cerita malah tidur. Ntar ada guru masuk mampus loh!", ucap Dya kayak emak-emak di pasar.

Saat aku terlelap dari tidurnya, Bu Feyza datang ke kelas bersama murid baru cowok yang di ceritakan oleh Dya.

"Selamat pagi semuanya", ucap Bu Feyza saat memasuki ruangan kelas.
"Pagi Bu...", serentak semua murid menjawab.
 "Sekarang kita kedatangan murid baru", ucap Bu guru. "Silahkan perkenalkan diri kamu ke teman-teman", sambung Bu Feyza
 "Perkenalkan nama saya adalah Marcel Prasetya"

'Deg'

Setelah mendengar suara dan nama itu, aku merasa kenangan yang sudah aku buang selama 2 tahun kembali lagi. Aku tidak mau melihat wajah dia.

"Silahkan kamu duduk di dekat Fay dan Dya yah, karena cuman kursi yang di dekat Fay dan Dya yang kosong", ucap Bu Feyza sambil senyum.

Marcel berjalan menuju kursi yang di suruh oleh Bu Feyza. Ketika Marcel duduk di dekatku, aku merasakan sesuatu yang dulu pernah ku rasakan. Rasanya aku tidak kuat menahan rasa sesak ini.

"Bu saya izin ke belakang", ucapku kepada Bu Feyza menutupi muka ku agar tak terlihat oleh Marcel.

Sesampainya di kamar mandi, aku pun menangis. Aku tak tau arti dari tangisan ini, ingin sekali rasanya aku bertanya terhadapnya. Pertanyaan yang sudah aku pendam selama 2 tahun lalu, yang membuatku bingung sampai saat ini. Setelah tangisan ku mulai reda, aku menuju ke kelas berjalan layaknya seseorang yang tak bernyawa.

'Bel pun berbunyi'

"Baik anak-anak, pelajaran kita tutup sampai ini"

Setelah guru keluar dari kelas, semua murid berhamburan pergi ke kantin. Dya mengajak ku ke kantin, tapi ku tolak. Aku pun duduk termenung di kursiku, menatap dia. Ya DIA yang selama 2 tahun ini pergi dari kehidupanku.

"Chel...", ucap Marcel dengan suara yang lembut.

Aku tidak menyaut.

"Maaf..", lirih Marcel.
"Maafkan aku dulu sudah meninggalkan kamu, aku tau mungkin sekarang sudah terlambat untuk minta maaf ke kamu. Tapi Chel, aku menyesal sudah meninggalkan kamu. A-aku....", ucap dia sambil memegang kedua tanganku erat.
"Aku apa!? setelah kamu tinggalin aku 2 tahun lalu dan sekarang kamu baru minta maaf!! Aku benci sama kamu, kamu gak tau rasanya di tinggalin oleh orang yang di sayang", ucapku sambil menangis didepannya. Tangisanku pecah seakan-akan ingin sekali membuat sesak ini hilang.
"Iyah aku tau, maafin aku. Ma--", ucapan nya terpotong oleh seseorang yang menerobos masuk ke dalam kelas.

'Bugh'

Suara pukulan yang mendarat di pipi Marsel, sehingga dia jatuh ke lantai. Aku yang melihat kejadian itu kaget seketika, karena orang yang sudah memukul Marsel adalah Alex.

"Lo jangan pernah pegang-pegang dia!!", ucap Alex kepada Marcel yang masih memegang pipi nya.
"Sorry, gue gak tau kalo ternyata dia udah punya Lo", ucap Marcel sambil berdiri.
"Dan inget sekarang dia itu punya gue, jadi lo jangan datang lagi ke kehidupannya. Inget itu!!", ucap Alex didepan Marcel sambil membawaku pergi dari ruang kelas itu.

Tunggu!! 
Alex bilang aku itu punya nya dia?? Apa maksudnya??



---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Ceritanya sampai sini dulu yah, soalnya ini banyak Part nya. Mungkin nanti Part selanjutnya di publish lagi.
Terima kasih telah membaca, jangan lupa komen di bawah ;) See you :D