Dengan terburu-buru aku menuruni anak tangga, secepat kilat aku mengambil roti yang di pegang oleh ibuku.
"Mah..Pa.., Fay peygi cekoyah duyu yah", ucapku sambil menggigit sepotong roti.
"Fay, kalo ngomong tuh jangan sambil makan", kata Papa.
"Aku terlambat Pah, liat deh sekarang jam segini. Udah yah Fay berangkat dulu", ucapku sambil mengecup tangan kedua orang tua ku.
"Dasar anak kita yah Pah, kerjaan nya telat mulu", ucap Mama sambil duduk dan mengambil sepotong roti.
"Iyah lah itu kan turunan dari kamu juga Mah", ucap Papa polos.
"Ehh enak aja, Papa tuh yang suka telat waktu SMA. Terus suka bolos juga", ucap Mama sambil menjulurkan lidah.
"Apaan sih, Mama juga tuh kalo di ajak Papa bolos malah mau".
"Iya sih, yaudah lah itu kan turunan dari kita berdua", ucap Mama sambil nyengir.
Tiba di sekolah, aku langsung menuju kelas. Kelas yang berada di ujung membuatku lelah. Jarak dari parkiran membuat pagi ini gerah. Sesampainya di kelas, aku melihat Dya teman ku sedang duduk melihat ke arah jendela.
"Oiii, lagi ngapain lu?", ucapku sambil menepuk pundak Dya.
"Ehh monyet!", ucap Dya yang kaget akan tepukan ku. "Lu yah bisanya cuman ngagetin gue aja njirr", sambung Dya.
"Biarin wlee...", ucapku duduk sambil menjulurkan lidahnya ke arah Dya.
"Cihh....", ucap Dya kesal. "Ehh iyah gue lupa mau kasih tau lo"
"Kasih tau apa?", ucapku penasaran.
"Sekarang tuh bakalan ada murid baru tau", ucap Dya sambil sumringah gak jelas.
"Ooohhhhh", ucapku ber-O ria.
"Tau gak sih? muridnya itu cowok, katanya sih cakep banget. Kalo gue ketemu dia, pasti gue gebet tuh anak", ucap Dya semangat.
"Yayayaya terserah elo deh gue mau tidur", ucapku sambil meletakkan kepala di lengan nya.
"Ihhh lo tuh yah nyebelin banget sih jadi orang, gue kan lagi cerita malah tidur. Ntar ada guru masuk mampus loh!", ucap Dya kayak emak-emak di pasar.
Saat aku terlelap dari tidurnya, Bu Feyza datang ke kelas bersama murid baru cowok yang di ceritakan oleh Dya.
"Selamat pagi semuanya", ucap Bu Feyza saat memasuki ruangan kelas.
"Pagi Bu...", serentak semua murid menjawab.
"Sekarang kita kedatangan murid baru", ucap Bu guru. "Silahkan perkenalkan diri kamu ke teman-teman", sambung Bu Feyza
"Perkenalkan nama saya adalah Marcel Prasetya"
'Deg'
Setelah mendengar suara dan nama itu, aku merasa kenangan yang sudah aku buang selama 2 tahun kembali lagi. Aku tidak mau melihat wajah dia.
"Silahkan kamu duduk di dekat Fay dan Dya yah, karena cuman kursi yang di dekat Fay dan Dya yang kosong", ucap Bu Feyza sambil senyum.
Marcel berjalan menuju kursi yang di suruh oleh Bu Feyza. Ketika Marcel duduk di dekatku, aku merasakan sesuatu yang dulu pernah ku rasakan. Rasanya aku tidak kuat menahan rasa sesak ini.
"Bu saya izin ke belakang", ucapku kepada Bu Feyza menutupi muka ku agar tak terlihat oleh Marcel.
Sesampainya di kamar mandi, aku pun menangis. Aku tak tau arti dari tangisan ini, ingin sekali rasanya aku bertanya terhadapnya. Pertanyaan yang sudah aku pendam selama 2 tahun lalu, yang membuatku bingung sampai saat ini. Setelah tangisan ku mulai reda, aku menuju ke kelas berjalan layaknya seseorang yang tak bernyawa.
'Bel pun berbunyi'
"Baik anak-anak, pelajaran kita tutup sampai ini"
Setelah guru keluar dari kelas, semua murid berhamburan pergi ke kantin. Dya mengajak ku ke kantin, tapi ku tolak. Aku pun duduk termenung di kursiku, menatap dia. Ya DIA yang selama 2 tahun ini pergi dari kehidupanku.
"Chel...", ucap Marcel dengan suara yang lembut.
Aku tidak menyaut.
"Maaf..", lirih Marcel.
"Maafkan aku dulu sudah meninggalkan kamu, aku tau mungkin sekarang sudah terlambat untuk minta maaf ke kamu. Tapi Chel, aku menyesal sudah meninggalkan kamu. A-aku....", ucap dia sambil memegang kedua tanganku erat.
"Aku apa!? setelah kamu tinggalin aku 2 tahun lalu dan sekarang kamu baru minta maaf!! Aku benci sama kamu, kamu gak tau rasanya di tinggalin oleh orang yang di sayang", ucapku sambil menangis didepannya. Tangisanku pecah seakan-akan ingin sekali membuat sesak ini hilang.
"Iyah aku tau, maafin aku. Ma--", ucapan nya terpotong oleh seseorang yang menerobos masuk ke dalam kelas.
'Bugh'
Suara pukulan yang mendarat di pipi Marsel, sehingga dia jatuh ke lantai. Aku yang melihat kejadian itu kaget seketika, karena orang yang sudah memukul Marsel adalah Alex.
"Lo jangan pernah pegang-pegang dia!!", ucap Alex kepada Marcel yang masih memegang pipi nya.
"Sorry, gue gak tau kalo ternyata dia udah punya Lo", ucap Marcel sambil berdiri.
"Dan inget sekarang dia itu punya gue, jadi lo jangan datang lagi ke kehidupannya. Inget itu!!", ucap Alex didepan Marcel sambil membawaku pergi dari ruang kelas itu.
Tunggu!!
Alex bilang aku itu punya nya dia?? Apa maksudnya??
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ceritanya sampai sini dulu yah, soalnya ini banyak Part nya. Mungkin nanti Part selanjutnya di publish lagi.
Terima kasih telah membaca, jangan lupa komen di bawah ;) See you :D
Tiba di sekolah, aku langsung menuju kelas. Kelas yang berada di ujung membuatku lelah. Jarak dari parkiran membuat pagi ini gerah. Sesampainya di kelas, aku melihat Dya teman ku sedang duduk melihat ke arah jendela.
"Oiii, lagi ngapain lu?", ucapku sambil menepuk pundak Dya.
"Ehh monyet!", ucap Dya yang kaget akan tepukan ku. "Lu yah bisanya cuman ngagetin gue aja njirr", sambung Dya.
"Biarin wlee...", ucapku duduk sambil menjulurkan lidahnya ke arah Dya.
"Cihh....", ucap Dya kesal. "Ehh iyah gue lupa mau kasih tau lo"
"Kasih tau apa?", ucapku penasaran.
"Sekarang tuh bakalan ada murid baru tau", ucap Dya sambil sumringah gak jelas.
"Ooohhhhh", ucapku ber-O ria.
"Tau gak sih? muridnya itu cowok, katanya sih cakep banget. Kalo gue ketemu dia, pasti gue gebet tuh anak", ucap Dya semangat.
"Yayayaya terserah elo deh gue mau tidur", ucapku sambil meletakkan kepala di lengan nya.
"Ihhh lo tuh yah nyebelin banget sih jadi orang, gue kan lagi cerita malah tidur. Ntar ada guru masuk mampus loh!", ucap Dya kayak emak-emak di pasar.
Saat aku terlelap dari tidurnya, Bu Feyza datang ke kelas bersama murid baru cowok yang di ceritakan oleh Dya.
"Selamat pagi semuanya", ucap Bu Feyza saat memasuki ruangan kelas.
"Pagi Bu...", serentak semua murid menjawab.
"Sekarang kita kedatangan murid baru", ucap Bu guru. "Silahkan perkenalkan diri kamu ke teman-teman", sambung Bu Feyza
"Perkenalkan nama saya adalah Marcel Prasetya"
'Deg'
Setelah mendengar suara dan nama itu, aku merasa kenangan yang sudah aku buang selama 2 tahun kembali lagi. Aku tidak mau melihat wajah dia.
"Silahkan kamu duduk di dekat Fay dan Dya yah, karena cuman kursi yang di dekat Fay dan Dya yang kosong", ucap Bu Feyza sambil senyum.
Marcel berjalan menuju kursi yang di suruh oleh Bu Feyza. Ketika Marcel duduk di dekatku, aku merasakan sesuatu yang dulu pernah ku rasakan. Rasanya aku tidak kuat menahan rasa sesak ini.
"Bu saya izin ke belakang", ucapku kepada Bu Feyza menutupi muka ku agar tak terlihat oleh Marcel.
Sesampainya di kamar mandi, aku pun menangis. Aku tak tau arti dari tangisan ini, ingin sekali rasanya aku bertanya terhadapnya. Pertanyaan yang sudah aku pendam selama 2 tahun lalu, yang membuatku bingung sampai saat ini. Setelah tangisan ku mulai reda, aku menuju ke kelas berjalan layaknya seseorang yang tak bernyawa.
'Bel pun berbunyi'
"Baik anak-anak, pelajaran kita tutup sampai ini"
Setelah guru keluar dari kelas, semua murid berhamburan pergi ke kantin. Dya mengajak ku ke kantin, tapi ku tolak. Aku pun duduk termenung di kursiku, menatap dia. Ya DIA yang selama 2 tahun ini pergi dari kehidupanku.
"Chel...", ucap Marcel dengan suara yang lembut.
Aku tidak menyaut.
"Maaf..", lirih Marcel.
"Maafkan aku dulu sudah meninggalkan kamu, aku tau mungkin sekarang sudah terlambat untuk minta maaf ke kamu. Tapi Chel, aku menyesal sudah meninggalkan kamu. A-aku....", ucap dia sambil memegang kedua tanganku erat.
"Aku apa!? setelah kamu tinggalin aku 2 tahun lalu dan sekarang kamu baru minta maaf!! Aku benci sama kamu, kamu gak tau rasanya di tinggalin oleh orang yang di sayang", ucapku sambil menangis didepannya. Tangisanku pecah seakan-akan ingin sekali membuat sesak ini hilang.
"Iyah aku tau, maafin aku. Ma--", ucapan nya terpotong oleh seseorang yang menerobos masuk ke dalam kelas.
'Bugh'
Suara pukulan yang mendarat di pipi Marsel, sehingga dia jatuh ke lantai. Aku yang melihat kejadian itu kaget seketika, karena orang yang sudah memukul Marsel adalah Alex.
"Lo jangan pernah pegang-pegang dia!!", ucap Alex kepada Marcel yang masih memegang pipi nya.
"Sorry, gue gak tau kalo ternyata dia udah punya Lo", ucap Marcel sambil berdiri.
"Dan inget sekarang dia itu punya gue, jadi lo jangan datang lagi ke kehidupannya. Inget itu!!", ucap Alex didepan Marcel sambil membawaku pergi dari ruang kelas itu.
Tunggu!!
Alex bilang aku itu punya nya dia?? Apa maksudnya??
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ceritanya sampai sini dulu yah, soalnya ini banyak Part nya. Mungkin nanti Part selanjutnya di publish lagi.
Terima kasih telah membaca, jangan lupa komen di bawah ;) See you :D
Wiiiihhh cerita nya baguusss๐
BalasHapusLanjutin atuh ceritanya
BalasHapusMeni kesal hatiku ceritanya ngegantung :""" btw fighting eonnie๐๐ช
BalasHapusBagus de ceritanya..pemilihan gaya bahasanya juga bagus jadi mudah untuk di mengerti buat anak-anak remaja..
BalasHapusKeren keren padahal lanjutkan kagok panjang wkwkwkwkwk
BalasHapusDrama bener si marcel, so iye tak ingat kana dosa meninggalkan si tokoh utama begitu saja:( semangat terus ya Fay cepet move on jangan jadikan Alex pelampiasan *ea baper
BalasHapusKeren neng lajeungkeun atuh meh tt ngagantung...
BalasHapusKeren, tapi sayang ceritanya ngegantung
BalasHapusKeren, tapi bakal lebih bagus kalo ga ngegantung
BalasHapusBagus ceritanya, tapi bener kata yang lain, ceritanya ngegantung, kalo bisa tambahin lagi ceritanya biar tambah keren ๐
BalasHapusBagus ceritanya, tapi bener kata yang lain, ceritanya ngegantung, kalo bisa tambahin lagi ceritanya biar tambah keren ๐
BalasHapusBagus ceritanyaaa....sukaaa bikin penasaran trs...lanjutkan yooo
BalasHapusKeren banget ceritanya tapi kurang panjang bep ๐๐๐๐
BalasHapusKeren banget ceritanya tapi kurang panjang bep ๐๐๐๐
BalasHapusWiiih Bagusss ceritanya tpi kalo panjang pasti lebih bagus lagiiiii
BalasHapusKeren kerennnnnnn tambahin lagi ceritanya biar tambh madep๐
BalasHapusBagus ceritanya,,,, lanjutin dong๐๐
BalasHapusnama marsel emang pasaran yah ;((wkwkwkwk . Lanjutin ceritanya kakak soalnya bikin penasaran sama endingnya
BalasHapusMantap mantap jadi penulis niihh:vv keren kak lanjutkan ganbatte๐๐๐
BalasHapusBagus namun cerita nya menggantung say
BalasHapusCeritanya bagus.. tpi ngegantung.. coba kalo diterusin..
BalasHapusSekalian buat novel aja ya, tanggung ngegantung
BalasHapusCeritanya kurang panjang, wajib di nextttt. Semangat terus nulisnya๐
BalasHapusKeren... Aku suka gaya bahasa nya, mudah dimengerti dan cocok untuk remaja. Tapi jangan digantung gantung gini dong, digantungin itu gak enak tahu๐
BalasHapusKeren sekalihh ceritanya mudah di pahami, ditunggu cerita selanjutnyaaa
BalasHapusWatadoss nya si marcel-,- pura pura tak punya dosa , padahal udah ninggalin selama 2 tahun๐ ngomong ngomong jangan digantung yaa berat aku tidak suka biar jemuran saja ๐๐ next ya kakak irnaa bikin ceritanya , nanti mah dipanjangin lagi yah ..
BalasHapusDitunggu kelanjutan ceritanya
BalasHapusKerenlah sayangku ceritanya namun kurang banyak say.....Semoga sukses teruslah buat ceritanya lagi iya say๐๐๐๐๐
BalasHapusKerenlah sayangku ceritanya namun kurang banyak say.....Semoga sukses teruslah buat ceritanya lagi iya say๐๐๐๐๐
BalasHapusCeritanya bagus, tingkatkan dan lanjutkan
BalasHapusCeritanya bagus, tingkatkan dan lanjutkan
BalasHapushmm hmm hmmm hmmm -bila sabyan. jangan digantung atuh:' sakid:' lanjutin yah peliz:'
BalasHapuskarma tuh si marcel hehe baguss ir ceritanyaa sok gera posting lagii penasaran cerita selanjutnya๐
BalasHapusCerita nya bagus, ditunggu kelanjutan cerita nya irna
BalasHapusKeseluruhan ceritanya menarik. Lanjutkan lagi dong, jangan buat anak orang mati penasaran ;v
BalasHapusKeren,diksinya bagus tapi sayang klimaksnya terlalu cepat (adegan antara fay dan marchel "ribut" di kelas)
BalasHapusKeren,diksinya bagus tapi sayang klimaksnya terlalu cepat (adegan antara fay dan marchel "ribut" di kelas)
BalasHapusKeren cerita nya tapi lanjutkan jangan sampai ngegantung gtu
BalasHapusKeren lah ceritamya tentang roman
BalasHapusGg lahh caritana๐
BalasHapusMantepp critanya neng,pdhal lanjut trus hihi
BalasHapusCeritnaya bagus.tingkatkan lagi.ditunggu postingan lainya
BalasHapusCeritanya bagus, ditunggu kelanjutan ceritanya ๐๐ป
BalasHapusLanjutin ceritanya ath biar tau endingnya!!
BalasHapusHeheheheee
Semangat terus ya temennya agis
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusbagus ceritanya neng..
BalasHapuskerennn sangtt๐
di tunggu lajutan nya neng๐
Way neng irna jadi penulis ayeuna mah... ceritana bagus...sok tingkatkan ya
BalasHapusBagus banget ceritanya,jdi gak sabar pengen tau kelanjutannya...semangat terus ya !!
BalasHapusBangus ceritanya, tapi sayang nya ngegantung ceritanya
BalasHapusBagus, lanjutin yaaa...
BalasHapusSemangat yah
Bagus, lanjutin yaaa...
BalasHapusSemangat yah
Uuhhh ceritanya bagus, bikin baper ngehehe
BalasHapusGaya bahasanya juga bagus, mudah dimengerti, tapi jangan ngegantung gini ya ceritanya, digantung itu sakit lohh ๐wkwk
Ditunggu lanjutannya yaa,semangat!๐ฝ
Bagus ceritanya, Kzl dah sama si marcel:3 Sekalian buat diwattpad aja ir biar ga ngegantung๐ Ditunggu loh ya nanti diwattpad ๐
BalasHapusWow kerennn settingannya ๐ lain kali lebih panjang dong ceritanyaaaaaa๐
BalasHapusceritanya bagus tapi lebih bagus kalau cepet diberesin biar sipembaca tau endingnya kaya gimana hehe
BalasHapusbtw tingkatkan lagi ya;)
ceritanya bagus tapi lebih bagus kalau cepet diberesin biar sipembaca tau endingnya kaya gimana hehe
BalasHapusbtw tingkatkan lagi ya;)
Daiwa Shingen | Ford edge titanium for sale | TITanium
BalasHapusDaiwa Shingen in the US. View prices for Daiwa titanium ring Shingen products in the United States and other titanium exhaust tips related Type: rocket league titanium white CeramicSeat: titanium earrings 1 ํด์ธ์ผ๊ตฌ PieceWidth: 4 inchesDepth: 4.3 inches